Politeknik Seni Yogyakarta Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Ajaran 2017/2018

Program Studi:
- DKV Advertising
- Animasi
- Game Tech
- Kriya Logam
- Kriya Kayu

Daftar Sekarang

Informasi lebih lanjut:
Telp, SMS atau WhatUp di:

08157974378


politeknikseni

Reset Tampilan Web Politeknik Seni Yogyakarta, Mengembalikan tampilan awal web.

Reset Politeknik Seni Yogyakarta homepage

Visi dan Misi Politeknik Seni Yogyakarta

Visi Politeknik Seni Yogyakarta

Sebagai pusat pendidikan industri kreatif berbasis seni budaya di Indonesia”.

Visi tersebut mempunyai standar nasional (internasional) dalam keilmuan dengan tetap memperhatikan tradisi dan kearifan lokal dalam mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sektor industri kreatif bidang seni, kriya/craft, dan desain guna meningkatkan kualitas hidup dan peradaban.

Visi tersebut mencakup empat tahapan/peran dari posisi pada kualitas paling rendah sampai kualitas tertinggi yang ukur dari parameter: (1) Akses – sebagai agen pendidikan 2016-2020, (2) Mutu – sebagai agen penelitian 2021-2025, (3) Relevansi – sebagai agen transfer teknologi, pengetahuan dan kebudayaan 2026-2030, dan (4) Daya saing – sebagai agen pengembang ekonomi 2031-2035.

Visi Politeknik Seni Yogyakarta sebagai insan industri kreatif:

Tahap I yaitu: Akses – sebagai agen pendidikan 2016-2020, dimaksudkan sebagai tahap penataan peletakan kerangka dasar (lanjut) sebagai agen pendidikan industri kreatif bidang seni, kriya/craft, dan desain bedasarkan standar nasional pendidikan tinggi (SNPT).

Tahap II Yaitu: Mutu – sebagai agen penelitian 2021-2025, dimaksudkan sebagai tahap penguatan, pada tahap ini SNPT telah terpenuhi secara baik dan semua program studi yang ada serta posisi lembaga mendapat nilai B dan/atau A dari badan akreditasi nasional perguruan tinggi (BAN-PT). Aspek penelitian dan pengembangan pendidikan industri kreatif bidang seni, kriya/craft, dan desain diselengarakan secara mendasar dan tepat sasaran dengan penekanan penelitian scientifik 25% dan aplikatif 75%. Hasil penelitian dan pengembangan (research and development / R&D) menjadi dasar inovasi dan hilirisasi dalam kontek pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama industri untuk peningkatan mutu dan kemaslakhatan. Pembangunan bermodalkan kreativitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan keadilan (growth and equity), dan meningkatkan kualitas hidup (well being) karena: (1) Kreativitas dapat meningkatkan daya saing produk , (2) berorientasi inovasi sosial (social innovation) yang berperan dalam memberdayakan masyarakat di lapisan bawah (the bottom of the pyramid) untuk mencapai tingkat kualitas hidup yang lebih baik dari sisi kebahagiaan (happiness) berdasarkan prinsip kebersamaan (togetherness) dan saling berbagi (sharing),

Tahap III: Relevansi – sebagai agen transfer teknologi, pengetahuan dan kebudayaan 2026-2030, pada tahap ini semua program studi dan lembaga mendapat nilai akreditasi A dari BAN-PT. Link and Match antara Politeknik Seni Yogyayakarta dengan dunia usaha sektor industri kreatif berjalan secara simbiosis-mutualis dalam penyelenggaraan institusi dengan konsentrasi para pemikir dan pekerja kreatif unggul, dinamis dengan tingkat toleransi sosial tinggi.

Tahap IV: Daya saing – sebagai agen pengembang pendidikan ekonomi 2031-2035. Tahap ini dibagi menjadi dua yaitu (a) tahap penguatan dimaksudkan sebagai tahap pemanfaatan inovasi ilmu pengetahuan yang bernilai ekonomis (2031 – 2032); (b) tahap akselerasi  dimaksudkan sebagai tahap pemberdayaan secara menyeluruh dalam pengembangan daya saing lembaga yang berdampak padadaya saing bangsa (2033-2035).

Misi Politeknik Seni Yogyakarta

Misi Politeknik Seni Yogyakarta merupakan deskripsi tentang tugas, kewajiban, tanggungjawab, dan rencana tindakan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan yang digunakan dalam merealisasi Tridarma Perguruan tinggi yang  dijabarkan dalam tugas dan fungsi 5 (lima) tahun pertama pada parameter “akses – sebagai agen pendidikan” dalam lingkup industri kreatif bidang seni, kriya/craft, dan desain.

Misi ini mencakup upaya dalam menjawab permasalahan penataan, pengembangan, dan pemberdayaan Politeknik Seni Yogyakarta periode 2016-2020 dalam aspek: (1) pembelajaran dan kemahasiswaan, (b) kelembagaan, (c) sumber daya, (d) riset dan pengembangan, dan (e) penguatan inovasi. Kelima aspek ini didukung dengan (f) program manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya; dan (g) program penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan akuntabilitas.

Misi Politeknik Seni Yogyakarta Periode Tahun 2016-2020:

Berperan aktif dalam menyelenggaraan pendidikan industri kreatif tingkat madya bidang seni, kriya/craft, dan desain berbasis seni budaya di Indonesia”. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME, berjiwa Pancasila, memiliki integritas kepribadian yang tinggi, terbuka dan tanggap terhadap perubahan dan kemajuan Iptek dan masalah yang dihadapi masyarakat (industri), serta memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam bidangnya.

Bedasarkan hasil evaluasi diri, maka dalam lima tahun ke depan sesuai rumusan misi upaya yang akan dilaksanakan adalah:

  • Penyempurnaan rumusan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian;
  • Peningkatan peran pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu;
  • Peningkatan mutu mahasiswa dan kelulusan;
  • Peningkatan dan pemberdayaan sumber daya manusia;
  • Penyempurnaan kurikulum, peningkatan pembelajaran, dan suasana akademik;
  • Penataan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi;
  • Melaksanakan penelitian (pengembangan dan inovasi), pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama.

Azas yang dilakukan dalam melaksanakan misi lembaga adalah sebagai berikut: (1) Dalam menghasilkan sumber daya insani yang handal diharapkan dalam proses  pembelajaran memiliki kemampuan intelektual, profesional dan fleksibel, inovatif, menghargai, mengangkat dan melestarikan seni tradisi dan kearifan lokal, tanpa melupakan standar-standar nasioal (internasional) yang berlaku dan mempunyai jiwa kreatif, interpreneur, dan berbudaya di dalam kegiatan pendidikan dan pengeajaran. (2) Di dalam peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilan sektor industri kreatif bidang seni, kriya/craft, dan desain – mengangkat dan seni tradisi dan kearifan lokal, serta memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna menjawab permasalahan sektor industri kreatif yang berbasis semangat dan rasa nasionalisme sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan peradaban. (3) Dalam mendukung kebutuhan masyarakat dalam menggali potensi dan pengembangan sumberdaya insani sektor indutri kretaif bidang seni, kriya/craft, dan desain dilaksanakan melalui kerjasama secara simbiosis mutualis dengan industri dan stakeholder melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan Triple Helix yaitu mengoptimalkan kerjasama antara Cendekiawan (intelectuals – institusi), pelaku Bisnis (business) dan Pemerintah (government). (4) Dalam menegakkan akuntabilitas, lembaga menerapkan sistem tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) di lingkup Politeknik Seni Yogyakarta sehingga dapat menghasilkan lulusan tingkat madya yang handal, kreatif, inovatif, menjunjung tinggi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan mampu perperan aktif dalam pembangunan industri kreatif yang berkelanjutan pada tingkat nasional (internasional).

Comments are closed.